WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan bersedia memberi keringanan sanksi kepada Iran serta mencairkan aset-asetnya yang dibekukan sebagai imbalan jika terjadi kemajuan dalam perundingan nuklir.
Seorang sumber pejabat AS mengatakan kepada CNN, pemerintah sedang melakukan diskusi yang positif dan konstruktif dengan Iran, melalui negara mediator. Namun pejabat itu juga menegaskan, kesepakatan tidak akan tercapai kecuali masalah nuklir Iran terselesaikan.
Menurut pejabat itu, Iran mengisyaratkan fleksibilitas terkait masalah nuklir, namun kedua pihak belum mencapai kesepakatan mengenai jadwal pelaksanaan komitmen.
Pernyataan tersebut disampaikan 2 hari
setelah Trump menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut syarat yang diberikan Iran tidak bisa diterima.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menjelaskan, Trump menolak usulan tersebut karena tidak yakin Iran bernegosiasi dengan iktikad baik. Dia menilai sikap Iran yang menuntut segalanya di awal tidak bisa diterima.