WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran yang diyakini terkubur jauh di bawah Gunung Pickaxe. Di tengah ancaman tersebut, penggunaan bom konvensional raksasa GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) atau yang dijuluki Ibu dari Segala Bom turut menjadi sorotan.
Trump tidak secara jelas mengonfirmasi apakah militer AS akan mengerahkan MOAB untuk menyerang Iran. Dia hanya menegaskan bahwa bom tersebut bukan senjata nuklir, di tengah pertanyaan mengenai opsi persenjataan yang mungkin digunakan Washington dalam konflik tersebut.
Dalam wawancara dengan Newsmax, dikutip Sabtu (17/10/2026), Trump mengatakan pemerintahannya sedang mencermati Gunung Pickaxe, lokasi yang diyakininya menyimpan fasilitas nuklir Iran di bawah lapisan batuan yang sangat tebal.
"Fasilitas nuklir mereka terkubur di bawah jutaan ton gunung. Saat ini kami sedang mencermati Gunung Pickaxe. Mungkin kami harus ke sana. Kami akan menargetkan lokasi itu dan melumpuhkannya dengan cepat," ujar Trump.
Dia menegaskan AS tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk melumpuhkan Iran. Trump juga menyatakan tidak akan mengerahkan pasukan AS untuk memasuki wilayah daratan Iran.