Trump mengeklaim informasi tersebut diperolehnya langsung dari pihak Iran, bukan dari pejabat pemerintahannya. Meski demikian, dia tidak menjelaskan siapa pejabat Iran yang disebut telah berbicara langsung dengannya.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan ketika ketegangan AS dan Iran masih tinggi, terutama terkait situasi di Selat Hormuz. Belum terlihat tanda-tanda bahwa konflik kedua negara benar-benar mereda.
Sebelumnya, Trump dan Presiden Iran pada 17 Juni meneken Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang semestinya menghentikan permusuhan selama setidaknya 60 hari. Namun, kesepakatan tersebut hanya bertahan kurang dari sebulan sebelum AS kembali menyerang Iran. Trump kemudian menyatakan MoU tersebut telah runtuh dan tidak lagi berlaku.
Iran membalas dengan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di sejumlah wilayah Timur Tengah. Hingga kini, letupan-letupan konflik masih terjadi meski Trump menyebut perang telah memasuki fase akhir.