Trump Sempat Telepon Rouhani di Sela-Sela Sidang Majelis Umum PBB, tapi Ditolak

Nathania Riris Michico
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara setelah pertemuan di markas besar PBB pada 23 September 2019, di New York, AS. (FOTO: LUDOVIC MARIN / AFP)

Macron menggunakan waktunya selama 48 jam di New York untuk bertemu Trump sebanyak tiga kali dan Rouhani dua kali. Macron mendesak keduanya untuk bertemu secara langsung.

Sumber itu mengatakan, Macron melakukan upaya terakhir sebelum terbang kembali ke Paris; yakni teknisi dari Prancis memasang saluran telepon aman yang menghubungkan hotel Lotte milik Trump dengan Milenium, yang menampung delegasi Iran.

Dalam rencana itu, Trump dijadwalkan menelepon Rouhani pukul 21.00 kendati Macron tak yakin atas reaksi Iran.

Macron pergi ke Milenium untuk memastikan panggilan telepon dilakukan. Trump menelepom, namun Rouhani memberi tahu sang presiden Prancis bahwa dia tidak akan menerimanya.

"Diskusi berlanjut dengan pendiri Iran pertama-tama menginginkan sanksi AS dicabut. Donald Trump menginginkan Iran pertama-tama membuat komitmen pada (ambisi) nuklirnya dan kegiatan balistik dan regional," kata sumber diplomatik itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran

57 tahun lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

57 tahun lalu

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Nyaris Lumpuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal