Trump Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Israel Bersiap Hadapi Iran

Donald Trump kembali memperkuat kekuatan militer AS di Timur Tengah (Foto: AP)

Hormuz Masih Jadi Titik Panas

Di sisi lain, ketegangan AS-Iran juga masih terkait dengan Selat Hormuz.

Iran menegaskan selat tersebut tidak akan dibuka kembali sampai tujuh tuntutan yang diajukan kepada AS dipenuhi. Teheran sebelumnya menawarkan pembukaan kembali Hormuz dalam waktu tujuh hari melalui mediasi Qatar, tetapi Trump menolak proposal tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Reuters melaporkan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah bahkan sempat melampaui tingkat sebelum perang pada akhir September, tetapi pada saat yang sama serangan terhadap kapal di sekitar Hormuz meningkat.

Dengan demikian, penambahan pasukan AS di Israel dan pengerahan kekuatan besar ke Timur Tengah berlangsung ketika jalur energi dunia masih menghadapi risiko keamanan.

Jika ketegangan kembali meningkat, Israel dan AS kini memiliki kekuatan militer yang lebih besar di kawasan. Sementara itu, Iran telah memberi sinyal bahwa setiap serangan baru akan dibalas dengan respons yang lebih keras.

Kondisi tersebut membuat pengerahan militer Trump menjadi sinyal penting bagi arah konflik AS-Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 tahun lalu

Produksi Shale Oil AS Digenjot, OPEC Tak Ambil Pusing

9 tahun lalu

ECB Tahan Suku Bunga, Dollar Makin Perkasa

9 tahun lalu

Data Pertumbuhan Ekonomi Positif, Dollar Makin Menguat

9 tahun lalu

Gelar Konferensi Bahas Nuklir Korut, Vatikan Tepis Ingin Tengahi Konflik Korut-AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal