Hormuz Masih Jadi Titik Panas
Di sisi lain, ketegangan AS-Iran juga masih terkait dengan Selat Hormuz.
Iran menegaskan selat tersebut tidak akan dibuka kembali sampai tujuh tuntutan yang diajukan kepada AS dipenuhi. Teheran sebelumnya menawarkan pembukaan kembali Hormuz dalam waktu tujuh hari melalui mediasi Qatar, tetapi Trump menolak proposal tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Reuters melaporkan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah bahkan sempat melampaui tingkat sebelum perang pada akhir September, tetapi pada saat yang sama serangan terhadap kapal di sekitar Hormuz meningkat.
Dengan demikian, penambahan pasukan AS di Israel dan pengerahan kekuatan besar ke Timur Tengah berlangsung ketika jalur energi dunia masih menghadapi risiko keamanan.
Jika ketegangan kembali meningkat, Israel dan AS kini memiliki kekuatan militer yang lebih besar di kawasan. Sementara itu, Iran telah memberi sinyal bahwa setiap serangan baru akan dibalas dengan respons yang lebih keras.
Kondisi tersebut membuat pengerahan militer Trump menjadi sinyal penting bagi arah konflik AS-Iran dalam beberapa pekan mendatang.