Sebelumnya sumber pejabat keamanan senior Iran mengancam akan melancarkan pembalasan lebih luas jika negaranya kembali diserang AS dan Israel, terutama jika menewaskan pejabat atau warga sipilnya.
Pejabat itu mengatakan kepada kantor berita Fars, pembalasan tersebut dapat mencakup kepentingan AS lebih luas, termasuk aset-aset politik.
Dia juga mengancam akan menargetkan infrastruktur negara-negara di Timur Tengah yang membantu serangan AS.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebelumnya juga mengancam akan memutus tujuh kabel internet bawah laut yang membentang di dasar Selat Hormuz.
Iran memperkirakan AS dan Israel akan melancarkan serangan baru pasca-pemilu paruh waktu pada 3 November.
Para pemimpin politik dan intelektual Iran menyimpulkan, kebijakan AS di Timur Tengah banyak dipengaruhi oleh Israel. Menurut pandangan mereka, Israel berupaya mencegah Washington mencari penyelesaian diplomatik dan mendorong penggunaan kekuatan militer.