WASHINGTON DC, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial dalam waktu satu minggu. Penolakan tersebut menambah ketidakpastian di tengah konflik yang telah mengganggu jalur perdagangan energi dunia.
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Teheran ingin segera membuka Selat Hormuz karena mengalami kerugian besar akibat penutupan jalur perairan strategis tersebut.
"Mereka ingin membuat kesepakatan di mana mereka membuka selat itu segera karena mereka mengalami kerugian yang sangat besar," ujar Trump, dikutip dari BBC, Minggu (27/9/2026).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi pernyataan Trump melalui unggahan di Telegram. Namun, Teheran menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari para mediator sebelum mengambil keputusan.
Sebelumnya, pada Jumat, Araghchi mengatakan kepada wartawan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York bahwa kesepakatan dapat dicapai jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Menurutnya, persyaratan tersebut tercantum dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) yang ditandatangani kedua negara pada Juni.