WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Iran harus menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya. Kedua negara dalam perundingan nuklir yang sejauh ini sudah berlangsung tiga putaran.
Perundingan tersebut dilakukan di bawah bayang-bayang serangan AS terhadap Iran. AS mengerahkan ratusan pesawat militer ke Timur Tengah ditambah belasan kapal perang untuk bersiap menggelar operasi militer.
“Tidak ada pengayaan. Bukan 2 persen, 30 persen. Mereka selalu menginginkan 20 persen, 30 persen. Mereka menginginkannya untuk keperluan sipil. Saya kira itu bukan untuk sipil,” kata Trump, dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/2/2026).
Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr Al Busaidi mengatakan selama perundingan, Iran setuju untuk menyerahkan semua persediaan uranium yang telah diperkaya. Ini merupakan salah satu tuntutan utama AS untuk mencapai kesepakatan.
"Persediaan saat ini yang masih ada, saya kira sekarang ada kesepakatan bahwa ini akan dicampur ke tingkat terendah yang mungkin, ke tingkat netral, tingkat alami. Yang berarti... diubah menjadi bahan bakar dan bahan bakar itu tidak bisa diubah lagi," kata Busaidi, kepada stasiun televisi AS, CBS.