Tsunami Sulteng, Keluarga Korban di Australia Masih Cemas Tunggu Kabar

Nathania Riris Michico
Max Imran dan Indah Manshuri berhari-hari mencoba menghubungi anggota keluarga mereka di Palu. (Foto: ABC News/Brittany Evins)

Sejak itu, keluarga belum bisa melakukan kontak dengannya, lantaran sambungan listrik yang padam di banyak zona bencana.

"Ini menakutkan. Saya tak bisa berhenti memikirkannya. Saya tak bisa tidur. Saya ingin berbicara dengannya, hanya untuk mendengar suaranya agar tahu bahwa dia baik-baik saja," kata Liza, dari rumahnya di pinggiran Pakenham.

Rahmat Satria mengatakan kepada saudara perempuannya di Australia bahwa rumahnya hancur. (Foto: Supplied)

Dengan kekhawatiran tentang air bersih dan akses untuk mengintensifkan makanan, Pemerintah Indonesia membuka negaranya untuk menerima bantuan luar negeri pada Senin (1/10/2018).

Liza mengatakan, dia percaya kakaknya tinggal di tempat penampungan. Namun dia cemas akan kesehatannya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

57 tahun lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

57 tahun lalu

Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia

57 tahun lalu

Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal