Turki: Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Lawan Iran

Anton Suhartono
Pemimpin Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, menandatangani perjanjian pertahanan bersama dalam pertemuan tingkat tinggi di Kota Makkah, Jumat (7/8) (Foto: Anadolu)

Meski demikian, pembalasannya mungkin berbeda dengan NATO, bergantung pada kondisi. Negara yang diserang harus meminta bantuan terlebih dulu dan menentukan jenis bantuan apa yang dibutuhkannya. 

Dukungan tersebut dapat berupa intelijen dan logistik hingga amunisi hingga pengerahan unit militer.

Aliansi tersebut juga akan membentuk komite politik dan militer, menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta pemimpin militer dan sekretariat di Arab Saudi.

Ketiga negara, lanjut Fidan, juga akan menggelar latihan perang bersama, berbagi informasi intelijen, logistik, penilaian ancaman, serta interoperabilitas militer.

Kerja sama industri pertahanan juga diharapkan menjadi bagian penting dari pakta tersebut. 

Kerja sama tersebut merupakan salah satu isu utama yang dibahas oleh ketiga pemimpin, termasuk bagaimana negara-negara tersebut saling memanfaatkan teknologi militer masing-masing.

Fidan menegaskan, pakta pertahanan Makkah tidak tiba-tiba disepakati melainkan telah dibahas selama 2 tahun 8 bulan. Fakta tersebut menegaskan perjanjian petahanan tidak dibuat sebagai respons atas ketegangan yang melibatkan Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
59 menit lalu

Pertama Kali, Media Iran Rilis Video Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei

16 jam lalu

Houthi Serang Arab Saudi, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

17 jam lalu

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali...

21 jam lalu

Nah, Jenderal Kepala Staf Gabungan AS Sebut Militernya Tak Akan Menang Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal