Ukraina Bakal Jadi Tempat Uji Coba Drone Kamikaze Prancis

Ahmad Islamy Jamil
Menteri Pertahanan Prancis, Sebastien Lecornu. (Foto: Reuters)

Lecornu mengatakan, sejak Februari ini, Prancis telah memasok 3.000 peluru kaliber 155 ke Ukraina per bulan. 

Pada Jumat (16/2/2024), Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani perjanjian keamanan selama 10 tahun. Menurut Macron, perjanjian itu akan berlaku sampai Ukraina bergabung dengan NATO. 

Perjanjian tersebut antara lain mencakup penyediaan bantuan militer sebesar 3 miliar euro ke Ukraina pada 2024. Selain itu, ada juga poin kesepakatan yang menyangkut pasokan peralatan militer modern ke Ukraina yang sesuai dengan standar NATO, pelatihan tentara Ukraina, serta upaya untuk memperkuat industri pertahanan Ukraina. 

Negara-negara Barat telah memberikan bantuan militer dan keuangan ke Kiev sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada Februari 2022. Kremlin sudah berulang kali memperingatkan agar mereka menghentikan pengiriman senjata ke Kiev. Menurut Moskow, hal itu hanya akan memperparah konflik lebih lanjut antara Rusia dan Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
18 jam lalu

Rusia Ancam Serang Kiev saat Peringatan Berakhirnya PD II, Minta Diplomat Asing Mengungsi

Internasional
22 jam lalu

Ukraina Umumkan Gencatan Senjata Victory Day 5-6 Mei, Rusia Pilih Berbeda

Nasional
3 hari lalu

Bahlil Bagikan Kabar Baik, Minyak Rusia Sebentar lagi Masuk Indonesia

Internasional
3 hari lalu

Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Mimpi Buruk bagi Pasukan Israel di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal