Ukraina dan Rusia Mulai Negosiasi Gencatan Senjata saat Pertempuran Sengit Masih Terjadi

Anton Suhartono
Ukraina dan Rusia memulai negosiasi gencatan senjata di perbatasan Belarusia (Foto: AP)

KIEV, iNews.id - Negosiasi gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia akhirnya dimulai, Senin (28/2/2022). Kedua pihak menyepakati pertemuan digelar di perbatasan Belarusia.

Kantor presiden Ukraina menyatakan, tujuan utama dari negosiasi adalah mencapai gencatan senjata segera serta penarikan pasukan Rusia. Namun Kremlin menolak untuk mengomentari tujuan negosiasi tersebut.

Belum bisa diperkirakan apakah negosiasi ini akan membuahkan hasil, mengingat pertempuran di penjuru Ukraina masih terjadi bahkan semakin sengit. 

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, pasukannya merebut dua kota kecil yakni Berdyansk dan Enerhodar di tenggara Zaporizhzhya, Ukraina. Bahkan kementerian mengklaim telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhya. Namun Ukraina membantah PLTN jatuh ke tangan Rusia seraya menegaskan fasilitas tetap beroperasi nomal.

Selain itu pada Senin pagi ledakan terdengar di Kiev dan Kota Kharkiv. Ukraina lagi-lagi membantah klaim bahwa kota-kota utama telah jatuh ke tangan Rusia.

Pejabat wilayah Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan, pertempuran sengit juga terjadi di sekitar Kota Mariupol sejak Minggu malam. Namun dia tidak mengatakan apakah pasukan Rusia bisa mempertahankan atau justru kehilangan daerah sejak dikuasai kemarin.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan, Rusia telah menembakkan lebih dari 350 rudal ke Ukraina sejak menyerang pada Kamis pekan lalu, beberapa di antaranya menghantam infrastruktur sipil.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
23 jam lalu

Presiden Macron Upayakan Gencatan Senjata Idul Fitri Perang Timur Tengah

Internasional
3 hari lalu

Bantah Mojtaba Khamenei Kabur ke Rusia, Dubes Iran: Perang Psikologi Musuh!

Internasional
3 hari lalu

Iran Bantah Mojtaba Khamenei Luka Parah di Rusia

Buletin
4 hari lalu

Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia, Putin Diduga Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal