Ukraina Desak Mongolia Tangkap Putin saat Berkunjung 3 September

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AP)

KIEV, iNews.id - Ukraina mendesak Mongolia untuk menangkap Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat berkunjung ke negeri Asia Timur itu pada Selasa (3/9/2024) nanti. Permintaan Kiev tersebut dilandaskan pada surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap bos Kremlin itu.

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Putin pada Maret tahun lalu. Pengadilan internasional itu menuduhnya melakukan kejahatan perang dengan mendeportasi ratusan anak secara ilegal dari Ukraina. Kremlin menolak tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa perintah penangkapan Putin itu bermotif politik.

Surat perintah itu mewajibkan 124 negara anggota ICC, termasuk Mongolia, untuk menangkap Putin jika pemimpin Rusia itu menginjakkan kaki di wilayah mereka. Selanjutnya, negara yang bersangkutan harus memindahkannya ke Den Haag, Belanda, untuk diadili.

"Kami menyerukan kepada otoritas Mongolia untuk mematuhi surat perintah penangkapan internasional wajib dan memindahkan Putin ke Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag," ungkap Kementerian Luar Negeri Ukraina di Telegram, Jumat (30/8/2024).

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Moskow tidak khawatir dengan kemungkinanan penangkapan Putin oleh Mongolia, sekalipun negara tetangga China itu adalah anggota ICC. "Tidak, tidak perlu khawatir tentang ini. Kami memiliki dialog yang hebat dengan para sahabat kami dari Mongolia," ujar Peskov kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah sudah ada diskusi Moskow dengan otoritas Mongolia tentang surat perintah ICC itu, Peskov mengamininya. "Sudah barang tentu kunjungan itu, semua aspek kunjungan telah dibahas secara menyeluruh," tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
1 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
2 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal