Ukraina Sebut Rusia Ingin Pecah Negaranya seperti Korea Selatan dan Utara

Anton Suhartono
Bos intelijen Ukraina menyebut Rusia ingin memecah negaranya menjadi dua seperti Korea Selatan dan Utara (Foto: Reuters)

"Maka akan ada satu skenario yang tersisa bagi Rusia, bagaimana bertahan hidup," katanya.

Sementara itu Presiden Volodymyr Zelensky terus menyampaikan niatnya untuk melakukan negosiasi damai dengan Rusia. Dia siap membahas adopsi status netral sebagai bagian dari negosiasi damai tersebut. Namun Zelensky meminta kesepakatan itu melibatkan pihak ketiga serta dimasukkan dalam opsi di referendum.

"Jaminan keamanan dan netralitas, status non-nuklir. Kami siap melakukannya. Ini poin terpenting," kata Zelensky, dalam wawancara dengan para jurnalis Rusia.

Dia menegaskan, Ukraina menolak beberapa tuntutan lain yang disampaikan Rusia seperti pelucutan militer atau demiliterisasi negara itu. Seperti diketahui ada dua misi utama operasi militer khusus Rusia di Ukraina, yakni demiliterisasi dan denazifikasi atau pembasmian kelompok neo-Nazi.

Dia juga memberi syarat, tidak akan ada kesepakatan damai tanpa gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia dari negaranya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

5 hari lalu

Terungkap! Iran Siapkan Serangan ke Ukraina untuk Balas Dendam, tapi Dibatalkan

9 hari lalu

Cerita Prabowo Siap Kunjungi Korut usai Diminta Presiden Korsel

10 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal