Uni Eropa Sebut Karhutla di Indonesia Lebih Berbahaya Dibanding Kebakaran Hutan Amazon

Anton Suhartono
Uni Eropa menyebut emisi CO2 karhutla di Indonesia lebih besar 22 persen dibandingkan kebakaran hutan Amazon (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Prorgam observasi atmosfer Uni Eropa mengungkap, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada tahun ini lebih membahayakan dibandingkan dengan kebakaran hutan Amazon.

Berdasarkan catatan Copernicus Atmosphere Monitoring Service, program yang dijalankan oleh Komisi Eropa, karhutla di Indonesia, sebagian besar di Kalimantan dan Sumatera, menghasilkan karbondioksida (CO2) lebih banyak ketimbang di Amazon.

Disebutkan, karhutla di Indonesia yang tercatat hingga 15 November 2019 melepaskan setara dengan 709 megaton CO2 atau hampir sama dengan emisi tahunan Kanada.

Angka tersebut 22 persen lebih dari perkiraan 579 megaton CO2 yang dihasilkan dari pembakaran hutan Amazon.

"Hal yang menonjol dari kebakaran baru-baru ini di Indonesia adalah seberapa tinggi total intensitas kebakaran harian dan perkiraan emisi serta seberapa tinggi dibandingkan rata-rata kebakaran 16 tahun sebelumnya," kata Copernicus, seperti dilaporkan kembali Bloomberg News, Kamis (28/11/2019).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Jepang Dilanda Kebakaran Hutan Dahsyat, Ribuan Orang Dievakuasi

Nasional
4 hari lalu

BMKG Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

Nasional
4 hari lalu

Menhut Peringatkan 2026 Jadi Tahun Latihan Antisipasi Kebakaran Hutan

Nasional
6 hari lalu

Cegah Karhutla, BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Riau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal