Universitas Oxford Teliti Ivermectin untuk Pengobatan Covid, Begini Hasilnya

Anton Suhartono
Universitas Oxford Inggris meneliti kemungkinan penggunaan ivermectin untuk pengobatan Covid (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Universitas Oxford Inggris sedang menguji kemungkinan obat antiparasit ivermectin digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19.

Penelitian bernama PRINSIPAL yang juga didukung Pemerintah Inggris ini bertujuan membantu pemulihan penderita Covid, khususnya mereka yang tidak menjalani perawatan di rumah sakit atau bergejala ringan.

Hasil penelitian laboratorium sejauh ini menunjukkan, ivermectin mampu mengurangi replikasi virus corona. Studi juga mengungkap, pemberian ivermectin lebih awal pada beberapa penderita ringan mampu mengurangi load virus serta durasi gejala.

"Dengan memasukkan ivermectin dalam uji coba skala besar seperti PRINSIPAL, kami berharap dapat menghasilkan bukti kuat untuk menentukan seberapa efektif pengobatan tersebut terhadap Covid-19 dan apakah ada manfaat atau bahaya terkait dengan penggunaannya," ujar seorang pimpinan penelitian, Chris Butler, dikutip dari Reuters, Rabu (23/6/2021).

Disebutkan, uji coba tidak lagi menyertakan orang dengan penyakit bawaan parah, seperti penderita gangguan liver atau mereka yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah warfarin serta pasien penyakit lainnya.

Ivermectin merupakan obat ketujuh yang diteliti oleh Oxford terkait penggunaan untuk Covid-19. Selain ivermectin para peneliti juga masih mengevaluasi obat lain, termasuk favipiravir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta regulator Eropa dan Amerika Serikat merekomendasikan untuk tidak menggunakan ivermectin pada pasien Covid-19. Namun di beberapa negara lain, termasuk India, ivermectin digunakan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

Nasional
7 hari lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Internasional
10 hari lalu

Heboh Wabah Hantavirus, Trump: Semua Terkendali!

Health
11 hari lalu

Mungkinkah Hantavirus Jadi Pandemi Baru? Ini Jawaban Ahli Epidemiologi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal