Usai Klaim Kemerdekaan dari Ukraina, Wilayah Ini Bakal Referendum untuk Gabung Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Milisi pro-Rusia di Luhansk, Ukraina, mengibarkan bendera Republik Rakyat Luhansk dan bendera Rusia di depan gedung salah satu bank di wilayah itu, 27 Februari lalu. (Foto: Reuters)

Pada 24 Februari, Rusia mengerahkan puluhan ribu tentara untuk menyerang Ukraina. Serangan ke negara tetangga itu diklaim Putin sebagai operasi khusus militer untuk menurunkan kemampuan militer Ukraina dan membasmi orang-orang yang disebut Moskow sebagai “kaum nasionalis berbahaya”.

Pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan keras dan Barat telah memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia dalam upaya untuk memaksa Moskow menarik pasukannya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Heboh Kabar Rusia Bantu Iran Perang Lawan AS-Israel, Trump: Tak Pengaruh!

Internasional
4 hari lalu

Rusia Heran Negara-Negara Arab Kutuk Iran, tapi Abaikan Serangan AS-Israel

Internasional
4 hari lalu

Perang Timur Tengah Semakin Meluas, Rusia Usulkan Moratorium Serangan

Internasional
4 hari lalu

Rusia: Iran Punya Hak Tentukan Nasib Sendiri tapi Diganggu AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal