Dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Malaysia, karier politik Mahathir bisa dibilang terjun bebas dalam Pemilu Malaysia ke-15 pada 2022.
Dia gagal mempertahankan kursi parlemen dari Langkawi setelah kalah dari calon legislatif anggota koalisi Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin pesaingnya yang juga mantan perdana menteri, Muhyiddin Yassin.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Mahathir yang juga pemimpin Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang) hanya menduduki posisi keempat dengan memperoleh 4.566 suara.
Meski demikian Mahathir tetap dihormati sebagai bapak bangsa Malaysia.