HANOI, iNews.id - Vietnam akan menaikkan standar kemiskinan pada periode 2026-2030. Warga yang mendapat gaji maksimal 2,8 juta dong Vietnam (sekitar Rp1,8 juta) per bulan dianggap miskin.
Vietnam telah meningkatkan standar kemiskinan nasional dan kini menjadi salah satu dari 30 negara di dunia yang menerapkan kriteria multidimensi. Negara Asia Tenggara ini juga memastikan, kondisi hidup minimum lebih selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pham Hong Dao, wakil kepala Kantor Nasional untuk Pengurangan Kemiskinan, seperti dikutip dari Vietnamnet, mengatakan pemerintahannya menaikkan indeks kemiskinan multidimensi baru untuk periode 2026-2030.
Ambang batas pendapatan perkotaan akan dinaikkan menjadi 2,8 juta dong serta pendapatan perdesaan menjadi 2,2 juta dong (sekitar Rp1,42 juta) per orang per bulan.
Selain pendapatan, standar kemiskinan lain juga diukur dari akses terhadap informasi, air bersih, serta lingkungan dan kebersihan juga telah disesuaikan.
Diperkirakan pada akhir 2025, tingkat kemiskinan keseluruhan Vietnam akan turun menjadi sekitar 1,1 persen. Ini berarti masih ada 900.000 hingga 1.100.000 orang yang masih hidup dalam kemiskinan.
Angka tersebut merupakan kemajuan signifikan. Pada 1998, jumlah rumah tangga miskin di Vietnam mencapai 58 persen.
Pemerintah ingin memastikan bahwa 100 persen wilayah atau kota terbebas dari kemiskinan pada 2030 sambil mempertahankan angka pengurangan tahunan sebesar 1 hingga 1,5 persen. Pada 2030, Pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan rata-rata perdesaan sebesar 2,5 hingga 3 kali lipat dibandingkan 2020. Pendapatan di kalangan masyarakat etnis minoritas mencapai setidaknya dua pertiga dari rata-rata nasional.
Bagaimana bisa terwujud? Pemerintah tidak hanya membantu masyarakat keluar dari kemiskinan tapi juga membantu mereka menghindari kembali jatuh ke dalam kemiskinan, melalui program kredit, pelatihan kerja, asuransi kesehatan gratis, serta pembebasan biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.