Kejadian infeksi pada dokter tersebut menjadi kasus corona pertama terkonfirmasi yang muncul di desa adat Amazon. Kasus tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa wabah itu akan berjangkit serta bisa membunuh 850.000 penduduk asli Brasil, yang sebelumnya sudah memiliki riwayat terkena berbagai penyakit mematikan yang dibawa bangsa Eropa (seperti cacar, malaria, hingga flu).
Ahli kesehatan mengatakan, cara hidup suku-suku asli di dusun komunal dengan bangunan jerami yang besar meningkatkan risiko penularan jika ada satu orang saja yang terkena virus corona. Isolasi sosial sulit dilakukan oleh suku-suku itu.
Kementerian menyebutkan dokter tersebut tidak memiliki gejala ketika kembali bertugas di pedalaman Amazon dengan menggunakan masker dan sarung tangan. Namun dia langsung mengarantina dirinya begitu mengalami demam.
Kolumnis situs berita G1, Matheus Leitao melaporkan, dokter tersebut adalah warga negara Brasil dan punya kemungkinan terpapar virus saat berlibur di Brasil Selatan atau ketika naik perahu menuju Amazon ke tempatnya bertugas di wilayah Santo Antonio do Ica.
Hingga kini, Sesai mencatat ada empat orang di kalangan masyarakat adat yang terpapar Covid-19, dan satu orang di Amazon.