Wabah Virus Korona, Wali Kota di China Dipecat Gara-Gara Masker

Anton Suhartono
Antara
Wali kota di China dan wakilnya dipecat karena menghambat pengiriman masker untuk warga (Foto: AFP)

Sejak wabah virus korona di China, masker serta peralatan sanitasi merupakan barang langka dan mahal.

Pemerintah pusat telah memperingatkan sejumlah pihak, termasuk apotek, untuk tidak memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga.

China sejauh ini mengonfirmasi 2.663 kasus kematian setelah ada penambahan 71 korban terbaru pada Selasa. Penambahan harian tersebut merupakan yang terendah sejak 2 pekan terakhir.

Komisi Kesehatan Nasional China juga mengonfirmasi 508 kasus terbaru hingga Selasa, sembilan di antaranya berasal dari luar Provinsi Hubei. Total korban yang terinfeksi sejak akhir Desember 2019 mencapai lebih dari 77.700.

Provinsi-provinsi di China juga melaporkan tak adanya penambahan kasus terbaru dalam beberapa hari terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin menyatakan bahwa wabah virus korona sudah mencapai puncaknya di China. Puncak wabah di China terjadi antara 23 Januari dan 2 Februari 2020.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

6 jam lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

23 jam lalu

Kisah 900 Siswa SMA Nepal Lolos dari Terjangan Banjir, Bus Terakhir Nyaris Dihantam Gelombang

1 hari lalu

Banjir Nepal: Korban Tewas Tembus 1.000 Orang, Ratusan Pekerja Terjebak di Terowongan PLTA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal