Jetstar Airways, maskapai berbiaya rendah milik maskapai pemerintah Australia, Qantas, juga terdampak penarikan tersebut. Namun Qantas tidak terdampak pada pesawatnya sendiri.
Air New Zealand menyatakan recall menyebabkan gangguan pada sejumlah penerbangannya pada 29 November. Pembatalan juga diperkirakan akan terjadi.
Maskapai penerbangan murah Arab Saudi, Flynas, menyatakan beberapa penundaan jadwal dapat diperkirakan.
Maskapai penerbangan Kolombia, Avianca, mengungkap recall memengaruhi lebih dari 70 persen armadanya, yakni sekitar 100 unit, menyebabkan gangguan signifikan selama 10 hari ke depan. Ini mendorong maskapai menghentikan penjualan tiket untuk tanggal perjalanan hingga 8 Desember.
Namun, British Airways, maskapai terbesar di Inggris, tidak akan mengalami dampak apa pun terhadap penumpang.
Saat ini sekitar 11.300 unit A320 dari seluruh varian beroperasi di dunia, termasuk 6.440 model inti A320, yang pertama kali terbang pada 1987.
Empat dari 10 operator keluarga A320 terbesar di dunia adalah American Airlines, Delta Air Lines, JetBlue, dan United Airlines. Maskapai penerbangan China, Eropa, dan India juga merupakan pelanggan terbesar jet tersebut.