Wagner Group Memberontak, Begini Seruan Mantan Presiden Rusia Medvedev 

umaya
Mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev. (Foto: Reuters)

"Perpecahan dan pengkhianatan adalah jalan menuju tragedi terbesar, malapetaka universal. Kami tidak akan mengizinkannya. Musuh akan dikalahkan! Kemenangan akan menjadi milik kami!" tulisnya. 

Sebelumnya, pendiri sekaligus bos perusahaan jasa militer Rusia Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, bertekad untuk bertempur habis-habisan melawan pemerintah. Sebelumnya Prigozhin menuduh Rusia membunuh 2.000 personel pasukannya yang bertempur di Ukraina, namun tak menyertakan bukti.

Dalam pesan audio di Telegram, Sabtu (24/6/2023), seperti dikutip dari Reuters, Prigozhin mengatakan pasukannya yang merupakan tentara bayaran telah melintasi perbatasan dari Ukraina menuju Rusia. Dia menegaskan siap bertempur habis-habisan melawan pasukan pemerintah Rusia.

Prigozhin juga mendesak Shoigu dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov menemuinya di Kota Rostov on Don. Dia mengaku berada di Markas Besar Distrik Militer Selatan Rusia di Kota Rostov on Don dan mengancam akan tetap bertahan juga memblokade Kota Vostov sementara pasukannya tetap menuju Moskow.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
14 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
14 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Internasional
1 hari lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal