Wah, Jenazah Taipan Antivirus John McAfee Masih Ditahan di Penjara 7 Bulan Setelah Meninggal

Anton Suhartono
John McAfee (Foto: Reuters)

BARCELONA, iNews.id - Tujuh bulan setelah meninggal, jenazah pendiri perusahaan antivirus John McAfee ternyata masih ditahan di penjara Spanyol. Keluarga mendiang masih berupaya membebaskannya. 

Kabar mengejutkan ini diungkap MarketWatch dalam laporannya pada Rabu (2/2/2022). Jurnalis senior media tersebut, Jon Swartz, menulis jenazah McAfee masih berada di lemari pendingin kamar mayat penjara yang berada di dekat Barcelona tersebut.

Penyebab pemulangan jenazah berlarut-larut diduga karena seorang hakim belum bisa menyimpulkan hasil penyelidikan mengenai penyebab kematian McAfee.

Swartz menjelaskan, belum ada kepastian mengapa jenazah McAfee belum diserahkan dan dipulangkan. Laporan penyelidikan akhir oleh Hakim Spanyol Victor Espigares Jimenez terkait kematian McAfee juga belum dibuat.

Joy Athanasiou, pengacara putri McAfee, Jen, mengatakan kepada MarketWatch, pihak berwenang Spanyol tidak melakukan apa pun terhadap jasad ayahnya. Oleh karena itu jenazah hanya didiamkan berbulan-bulan di lemari pendingin. Dia mengupayakan agar jasad ayahnya dikremasi lalu abunya dipulangkan ke Amerika Serikat untuk dimakamkan.

McAfee merupakan seorang warga negara AS yang mendirikan perusahaan anti-virus McAfee Corp. Dia dipenjara di Spanyol sejak Oktober 2020 atas tuduhan penggelapan pajak di AS.

Setelah pengadilan Spanyol mengesahkan ekstradisinya ke AS pada Juni 2021, McAfee ditemukan tak bernyawa di selnya. Dia meninggal dunia pada usia 75 tahun. Hasil penyelidikan sementara mengungkap penyebab kematiannya karena bunuh diri. Namun kasus ini menjadi berkepanjangan karena istri mendiang yakin suaminya tidak bunuh diri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
38 menit lalu

PM Denmark Frederiksen: Jika AS Serang Greenland, NATO Tamat!

Internasional
59 menit lalu

Trump Ingin Rebut Greenland, Negara-Negara Eropa Rapatkan Barisan

Internasional
1 jam lalu

Gawat! Amerika Akan Rebut Greenland walau Harus Kerahkan Militer

Internasional
2 jam lalu

Iran Sebut Amerika Praktikkan Hukum Rimba dengan Serang Venezuela

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal