Wah! Pentagon Dilaporkan Rekrut Warga Afghanistan yang Kabur ke AS Jadi Pion di Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Penampakan kompleks Departemen Pertahanan AS (Pentagon). (Foto: Reuters)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Barat menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
20 jam lalu

Gagal Lindungi Presiden Maduro dari Serangan AS, Komandan Paspampres Venezuela Dipecat

Internasional
22 jam lalu

Kapal Tanker Rusia Diserbu dan Disita Amerika, Ini Tanggapan Keras Moskow

Internasional
23 jam lalu

Trump Ungkit Hadiah Nobel Perdamaian Lagi, Sebut Norwegia Bodoh

Internasional
1 hari lalu

Sampai Kapan Amerika Kendalikan Venezuela? Ini Jawaban Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal