Wah! Pentagon Dilaporkan Rekrut Warga Afghanistan yang Kabur ke AS Jadi Pion di Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Penampakan kompleks Departemen Pertahanan AS (Pentagon). (Foto: Reuters)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Barat menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 jam lalu

Presiden Iran Ungkap Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Mojtaba, sempat Dilaporkan Luka Parah

13 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Akhiri Perang Lawan Iran Tanpa Kesepakatan Nuklir

20 jam lalu

Parlemen Iran Sahkan RUU Larang Kapal-Kapal AS dan Israel Lintasi Selat Hormuz

21 jam lalu

Iran Lempar Ancaman Baru ke Negara-Negara Teluk: Serang Kilang Minyak dan Pembangkit Listrik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal