Wakil Menteri Inggris Dipecat karena Status Muslimah, PM Johnson Perintahkan Penyelidikan

Anton Suhartono
Nusrat Ghani (kanan) bersama Boris Johnson (Foto: Facebook)

Pada kesempatan itu Johnson merekomendasikan agar Ghani mengajukan laporan resmi ke Kantor Pusat Kampanye Konservatif. Namun saat itu Ghani menolak dengan alasan tertentu.

"Dia tidak menerima tawaran ini," kata Downing Street.

Sebelumnya kepala otoritas penegak disiplin parlemen, Mark Spencer, membantah tuduhan Ghani.Spencer juga mengatakan Ghani sempat menolak membawa masalah ini ke penyelidikan internal ketika pertama kali mengungkapnya tersebut pada Maret 2021.

"Tuduhan ini sepenuhnya salah dan saya menganggapnya sebagai fitnah," ujarnya, dalam cuitan.

Sementara itu kecaman datang dari pemimpin oposisi Partai Buruh, Keir Starmer. Dia mengatakan Konservatif harus segera menyelidiki tuduhan Ghani. 

"Ini mengejutkan untuk dibaca," katanya, di Twitter.

Seperti diberitakan, Ghani diberi tahu otoritas penegak disiplin di parlemen bahwa status Muslimahnya dianggap menjadi masalah. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 hari lalu

Inggris Tetapkan Manchester Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027

6 hari lalu

Pangkalan Militer AS di Inggris Nyaris Dibom, Trump Murka

12 hari lalu

Italia Larang Penggunaan Cadar bagi Muslimah di Sekolah, Batasi Pelajar Asing

22 hari lalu

Prancis dan Kanada Ikut Tekan Israel, Netanyahu Siapkan Balasan Diplomatik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal