Vance lalu menegaskan kembali, penentangan terhadap kebijakan pemerintah Israel tidak boleh secara otomatis dilabeli sebagai antisemitisme.
"Terkadang kritik terhadap pemerintah Israel dapat diungkapkan dengan cara anti-Semit. Bukan berarti setiap kritik terhadap keputusan kebijakan Bibi Netanyahu mengarah pada antisemitisme," katanya.
Vance mencontohkan tokoh konservatif AS, Charlie Kirk, yang dibunuh pada September 2025. Kasus tersebut memberikan pelajaran berharga.
"Charlie sangat khawatir tentang pengaruh Israel dalam politik Amerika. Dia juga sangat tidak menyukai anti-Semitisme," katanya.