“Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat. Dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” imbuhnya.
Vance mengaku telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump setidaknya sebanyak 12 kali selama 21 jam terakhir. Dia juga berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Kepala Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper.
“Kami terus berkomunikasi dengan tim karena kami bernegosiasi dengan itikad baik,” kata Vance.
“Dan kami pergi dari sini, dan kami pergi dari sini dengan proposal yang sangat sederhana, metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah Iran menerimanya," tutur dia.
Trump sebelumnya mengatakan akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Komentar Vance tidak menunjukkan apa yang akan terjadi setelah periode waktu tersebut berakhir atau apakah gencatan senjata akan tetap berlaku.
Setelah pernyataan singkatnya, Vance naik pesawat untuk meninggalkan Pakistan.
Dua pejabat Pakistan mengatakan diskusi antara kepala delegasi akan dilanjutkan setelah istirahat. Beberapa personel teknis dari kedua tim masih bertemu, kata para pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk memberikan keterangan kepada pers.