Warga Jepang Didorong Konsumsi Miras Lebih Banyak, kok Begitu?

Anton Suhartono
Badan Pajak Nasional Jepang menggelar kampanye Sake Viva untuk mendorong konsumsi sake warga (Foto: Reuters)

TOKYO, iNews.id - Otoritas perpajakan Jepang Badan Pajak Nasional (NTA) mencari cara agar warga lebih sering membeli minuman keras (miras) guna menaikkan pendapatan. Minat warga Jepang untuk mengonsumsi minuman beralkohol menurun, terutama sejak pandemi Covid-19.

NTA menluncurkan kampanye 'Sake Viva!', merujuk pada miras ikonik Jepang. Setiap warga berusia antara 20 dan 39 tahun bisa mengikuti kampanye ini dengan mengirim ide bisnis untuk menggairahkan kembali industri miras negara itu.

Pengumuman di situs web resmi pemerintah menyebutkan, kontes ini berlaku hingga 9 September. Peserta diberi kesempatan mengusulkan produk dan desain baru serta cara untuk mempromosikan sake ke rumah-rumah. Pemenang akan diundang ke acara pemberian hadiah di Tokyo pada November. NTA juga berjanji akan menggunakan ide dari pemenang untuk kepentingan bisnis ini.

Data NTA mengungkap, pendapatan dari penjualan miras mencapai sekitar 3 persen dari pemasukan pajak pemerintah pada 2011. Namun pada 2020 turun menjadi 2 persen.

Seperti di negara lain, orang dewasa Jepang mengurangi konsumsi miras secara signifikan. Tren ini sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum pandemi Covid-19. Konsumsi minuman beralkohol orang dewasa Jepang turun dari rata-raat 100 liter per tahun pada 1995 menjadi 75 liter pada 2020.

Sementara itu Kementerian Kesehatan Jepang menegaskan tidak berpartisipasi dalam kampanye tersebut. Mereka berharap NTA hanya mendorong warga Jepang untuk mengonsumsi minuman beralkohol dalam kadar yang tepat. Kementerian juga akan terus menjalin komunikasi dengan NTA mengenai masalah ini.

Ini bukan kali pertama NTA menggelar kampanye untuk mendorong penjualan miras. Tahun lalu NTA menggelar 'Nikmati Sake!' dengan tujuan yang sama, yakni menampung ide-ide baru. Tidak jelas apakah kampanye itu berhasil atau tidak, namun penurunan pendapatan pajak dari sektor miras masih berlanjut di tahun ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
18 jam lalu

Bahlil Ungkap Alasan bakal Pungut Pajak Ekspor Nikel, Singgung Minimnya Proyek Hilirisasi

Megapolitan
2 hari lalu

Polda Metro Selidiki Viral Dugaan Prostitusi Anak di Jakarta Libatkan WN Jepang

Nasional
2 hari lalu

Pastikan Tidak Ada Pajak Baru, Purbaya Tak Mau Dunia Usaha Terganggu

Nasional
4 hari lalu

Publik Khawatir Hantavirus Jadi Pandemi Jilid 2, Begini Kata Dokter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal