SEOUL, iNews.id – Pemerintah Korea Selatan meminta warganya mulai mengubah kebiasaan sehari-hari, termasuk mempersingkat waktu mandi. Imbauan ini merupakan bagian dari upaya penghematan energi nasional di tengah ancaman krisis pasokan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Lee Jae Myung. Pemerintah menilai langkah sederhana di tingkat rumah tangga dapat berdampak signifikan dalam menekan konsumsi energi secara keseluruhan.
Menteri Energi Kim Sung-whan menjelaskan, selain mengurangi durasi mandi, masyarakat juga didorong menerapkan berbagai kebiasaan hemat energi lainnya. Di antaranya mengisi daya ponsel dan kendaraan listrik pada siang hari, serta menggunakan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan penyedot debu pada akhir pekan.
"Langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari sangat penting untuk menghadapi situasi energi saat ini," ujar Kim dalam rapat tersebut, dikutip dari Reuters, Minggu (29/3/2026).
Kampanye ini merupakan bagian dari gerakan nasional penghematan energi yang digencarkan pemerintah menyusul meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak dan gas global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada jalur distribusi di Selat Hormuz, menjadi salah satu pemicu utama kekhawatiran tersebut.