Warga Palestina Tak Berharap Banyak dari Pemilu Israel, Perdamaian Masih Jauh?

Anton Suhartono
Warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat pesimistis pemilu Israel akan membawa perubahan nyata bagi mereka (Foto: AP)

Persaingan antara Netanyahu dan Eisenkot pun menjadi perhatian karena hasilnya berpotensi memengaruhi kebijakan Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat. Meski demikian, perubahan kepemimpinan belum tentu menghasilkan perubahan mendasar dalam konflik.

Peneliti: Jangan Berharap Ada Perubahan Besar

Beth Oppenheim, peneliti Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), menilai pemerintahan yang dipimpin Eisenkot berpotensi membatasi pengaruh kelompok sayap kanan yang mendukung perluasan permukiman Yahudi.

Pemerintahan oposisi juga dapat mengurangi tekanan terhadap Otoritas Palestina serta mengambil pendekatan lebih fleksibel terkait bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Gaza.

Namun, Oppenheim mengingatkan bahwa kemungkinan perubahan tersebut tidak boleh disamakan dengan terobosan besar menuju perdamaian.

"Tidak akan ada perubahan besar," katanya.

Dia menambahkan, pergantian pemerintahan Israel tidak akan secara otomatis mengubah prospek pembentukan negara Palestina maupun proses perdamaian dengan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Serangan Brutal Israel ke Gaza Tewaskan 8 Orang termasuk 5 Polisi

16 jam lalu

Pesan Perdamaian Menggema di Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur

18 jam lalu

Dubes Palestina Terharu Ribuan Rakyat Indonesia Hadiri Aksi Solidaritas di Monas: Kita Satu Bangsa!

20 jam lalu

Bulan Solidaritas Palestina di Monas, Kemenag Tegaskan RI Tak Pernah Ragu Dukung Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal