Persaingan antara Netanyahu dan Eisenkot pun menjadi perhatian karena hasilnya berpotensi memengaruhi kebijakan Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat. Meski demikian, perubahan kepemimpinan belum tentu menghasilkan perubahan mendasar dalam konflik.
Peneliti: Jangan Berharap Ada Perubahan Besar
Beth Oppenheim, peneliti Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR), menilai pemerintahan yang dipimpin Eisenkot berpotensi membatasi pengaruh kelompok sayap kanan yang mendukung perluasan permukiman Yahudi.
Pemerintahan oposisi juga dapat mengurangi tekanan terhadap Otoritas Palestina serta mengambil pendekatan lebih fleksibel terkait bantuan kemanusiaan dan gencatan senjata di Gaza.
Namun, Oppenheim mengingatkan bahwa kemungkinan perubahan tersebut tidak boleh disamakan dengan terobosan besar menuju perdamaian.
"Tidak akan ada perubahan besar," katanya.
Dia menambahkan, pergantian pemerintahan Israel tidak akan secara otomatis mengubah prospek pembentukan negara Palestina maupun proses perdamaian dengan Israel.