Untuk jangka panjang, katanya, biayanya akan lebih murah dibandingkan menggunakan aspal biasa.
"Produk ini lebih mahal tapi tahan lebih lama," katanya.
Diperkirakan, jalanan yang menggunakan pengganti aspal ini akan bertahan 15 persen lebih lama.
Menurut Stuart Billing dari perusahaan kontraktor yang menangani uji coba, kaca bekas yang digunakan merupakan produk sekali pakai.
"Kaca-kaca ini tak dapat didaur ulang kembali menjadi kaca. Dihancurkan menjadi seperti pasir dan kami mencampurkannya di pabrik aspal kami," katanya.
"Kami dapat memanfaatkan barang yang biasanya dibuang ke TPA atau berpotensi mencemari lingkungan," jelasnya.