Truth in Advertising menuduh channel Ryan tidak secara jelas menunjukkan video mana yang dibuat untuk kepentingan sponsori, yang berarti ada perusahaan yang membayar video tersebut untuk mempromosikan produk mereka.
Pada awal September 2019, perusahaan induk YouTube, Google, setuju membayar denda 170 juta dolar AS setelah FTC menuduh raksasa internet itu mengumpulkan data pribadi dari para pengguna YouTube tanpa izin. Menurut FTC, platform menggunakan data itu untuk memastikan bahwa pengiklan bisa menargetkan penonton anak-anak.
Akun Ryan juga berevolusi seiring bertambahnya usia dan kini menyajikan video bertema pendidikan, selain mempertahankan konten mainan.
Dalam peringkat Forbes, Ryan Kaji melampaui 'Dude Perfect' yang dijalankan oleh sekelompok pria di Texas yang melakukan hal-hal yang sepertinya mustahil, seperti memasukkan bola basket ke lingkaran dari puncak gedung, bahkan helikopter.
Dude Perfect berada di urutan kedua, naik dari peringkat ketiga pada 2018, yakni dengan penghasilan 20 juta dolar AS, dihitung antara 1 Juni 2018 hingga 1 Juni 2019.
Posisi ketiga diisi oleh channel yang juga mengulas mainan anak-anak, yakni menampilkan Anastasia Radzinskaya. Di usianya yang baru 5 tahun, dia mampu menghasilkan 18 juta dolar AS.
Akunnya 'Like Nastya Vlog' dan 'Funny Stacy' memiliki total hampir 70 juta subscriber. Dia menyajikan video dalam bahasa Rusia, Inggris, dan Spanyol.