Kasus ini bermula dari ceramahnya pada 3 Agustus 2019 di Kota Baru yang dianggap menghina komunitas Hindu dan China Malaysia, mendorong seruan agar dia dideportasi ke India.
Zakir diburu otoritas India sejak 2016 atas tuduhan pencucian uang dan penghasutan. Namun dia membantah dengan alasan tuduhan tersebut hanya alasan untuk menghentikan aktivitas dan memenjarakannya.
Perdana Menteri Mahathir Mohamad pernah menolak permintaan India untuk mendeportasi Zakir.