Nama Zakir Naik mengemuka di Malaysia setelah dia dituduh menghina komunitas Hindu India dan China saat menyampaikan ceramah. Zakir dilaporkan ke kepolisian Malaysia terkait pernyataan rasisme.
Kasus pertama terkait pernyataan Zakir yakni menuduh komunitas Hindu India di Malaysia lebih setia kepada Perdana Menteri Narendra Modi ketimbang Mohamad.
Kasus ini diklasifikasikan berdasarkan Pasal 504 KUHP (Malaysia) tentang penghinaan yang disengaja dengan maksud memprovokasi dan mengganggu suasana damai. Kasus lain terkait pernyataan Zakir dituduh ingin mengusir etnis China dari Malaysia.
Selain itu, polisi juga menyelidiki pernyataan yang dilontarkan oleh lima orang yang menyebabkan kemarahan publik terhadap Zakir.
Zakir membantah telah berbuat rasis. Dia menyebut ada pihak yang mencoba menafsirkan ceramahnya pada 3 Agustus 2019 di Kota Baru, Kelantan, itu di luar konteks.