"Sementara kasus aktif sebanyak 59 kasus tersebar di 12 kecamatan. Dan terbanyak di Kecamatan Bekasi Utara dengan kasus aktif sebanyak 12 pasien," ujar Tanti, Jumat (10/6/2022).
Dia menjelaskan pihaknya telah melaksanakan berbagai kebijakan dalam penanggulangan DBD di Kota Bekasi. Di antaranya pembuatan Whatsapp Group Puskesmas dan Rumah Sakit guna mempercepat koordinasi serta pelaporan kasus.
Kemudian pemberian Larvasida untuk tiap Puskesmas se-Kota Bekasi supaya bisa menekan jentik nyamuk Aedes aegypti. Serta monitoring Tim DBD di 12 kecamatan se-Kota Bekasi.