Menurutnya, apabila dari upaya pinjam ke sekolah lain nanti belum juga memenuhi kebutuhan untuk siswa melaksanakan UNBK, pihak sekolah terpaksa membagi tiga gelombang pelaksanaan UNBK dalam mengerjakan soal-soal ujian setiap harinya.
Kebutuhan komputer rata-rata setiap sekolah mencapai 50 unit lebih. Sementara MTs Unwaanunnajah baru saja kehilangan separo lebih laptop milik sekolah lantaran dicuri.
Peristiwa tersebut terjadi saat sekolah tengah libur panjang Hari Raya Paskah pada Sabtu 31 Maret. Akibat peristiwa itu, MTs MTs Unwaanunnajah kehilangan 34 laptop dan satu proyektor.
“Adanya kebijakan pemerintah terkait UNBK, sekolah ini mempersiapkan diri untuk pelaksanaan tersebut dengan pengadaan laptop, tetapi justru ada pencurian. Kerugian sekitar Rp55 juta lebih,” Staf MTs Unwaanunnajah Abdul Rohman, Sabtu 31 Maret.