"Lalu korban diajak BO, ketika diajak BO-kan diajak jalan dulu muter, Modusnya adalah sendal pelaku itu dilempar, dan minta tolong si korban, dan sebelum sendal dilempar, handphone dari korban sudah dipinjam terdahulu," tegasnya.
Sampai saat ini, petugas masih terus mendalami kasus tersebut karena para korban yang menjadi pelanggan oknum LGBT.
"Kita ketahui hanya melaksanakan aksi mereka sebanyak 4 kali, 2 di Jakpus, 2 lainnya di luar Jakpus," jelasnya.
Setelah menipu, para pelaku menjual barang-barang milik korban untuk kehidupan sehari-hari. "Dijual kembali, hasilnya untuk berbagi bersama, kehidupan sehari-hari mereka," katanya.