6.995 Barang Milik Penumpang Tertinggal di LRT Sepanjang 2025, Total Rp797 Juta

Mei Sada Sirait
Penumpang LRT Jabodebek. (Foto: Istimewa)

Di tengah kepadatan dan ritme perjalanan harian, kata dia, pengelolaan barang bawaan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. Transportasi publik merupakan ruang bersama yang menuntut kesadaran kolektif antarpengguna. 

“Ketika barang bawaan ditempatkan secara tepat, ruang perjalanan dapat tetap berfungsi optimal bagi semua pengguna,” ujarnya.

Untuk mendukung kenyamanan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan layanan penitipan barang di Stasiun Halim yang beroperasi setiap hari pukul 05.00–23.00 WIB. Durasi penitipan maksimal 72 jam. 

Layanan ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan dengan moda lain tanpa harus membawa seluruh barang ke dalam kereta.

Layanan penitipan barang dan Lost and Found, kata Radhitya, merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban. 

“Pengaturan bagasi, penitipan barang, hingga layanan barang temuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” tutupnya. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
10 bulan lalu

Pramono soal Tarif LRT Manggarai-Velodrome: Jadi Saja Belum

10 bulan lalu

Pramono Bantah Tarif LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rp60.000: Belum Diputuskan

11 bulan lalu

LRT Jabodebek Uji Coba Tambah Jumlah Perjalanan, Waktu Tunggu Kereta Lebih Singkat

11 bulan lalu

Uji Coba Jadwal Baru, Jumlah Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal