“Perlu dicatat bahwa Pemprov DKI mengirimkan ambulans itu berdasarkan permintaan Polda (Metro Jaya). Jadi, kalau kita mengirimkan bukan inisiatif kita sendiri saja, tapi selalu ada permintaan Polda dan kami kirimkan,” ujarnya.
Pada aksi demonstrasi pada 23-24 Sepetember lalu, mobil ambulans milik Pemprov DKI dituduh membawa batu dan bensin untuk para pendemo. Namun belakangan diketahui bahwa kabar itu adalah bohong.
Anies memastikan, hingga saat ini, ambulans milik Pemprov DKI Jakarta tak pernah disalahgunakan oleh oknum tertentu dalam berbagai kegiatan kemanusian di Ibu Kota. “Ambulans itu digunakan secara bertanggung jawab sudah jelas itu,” katanya.