“Satpol PP yang kemudian dipukuli dihantam pakai helm, dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima 6 jahitan,” kata dia.
Dia menegaskan, kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan. Pramono meminta aturan tetap ditegakkan tanpa memandang pihak yang terlibat.
“Kita enggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapapun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” tuturnya.
Pramono juga meluruskan informasi mengenai pemicu bentrokan. Menurutnya, insiden tersebut bukan bermula dari penertiban pedagang nasi yang biasa berjualan untuk para pekerja proyek, melainkan dari operasi penertiban yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan (Dishub).
“Mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang atau pun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub sehingga tidak ada kaitannya dengan itu,” kata Pramono.
Dia menjelaskan, petugas awalnya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan karena menggunakan lahan tidak sesuai peruntukannya hingga mengganggu ketertiban masyarakat. Operasi kemudian berlanjut ke area Kolam Renang Bulungan, termasuk penindakan cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir sembarangan.
Pramono menyebut situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan. Petugas Dishub sempat mundur untuk menghindari keributan, tetapi sejumlah orang disebut tetap mengejar dan melakukan kekerasan terhadap petugas, termasuk anggota Satpol PP yang mengalami luka akibat hantaman helm.