Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku kemacetan yang terjadi di Jakarta akibat tidak ada kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan infrastruktur.Karena itu, Pemrpov DKI akan memanggil seluruh kontraktor proyek untuk meminta kelengkapan Amdal Lalu Lintas (Lalin).
"Salah satu keputusan rapat ini, semua dipanggil, semua diminta Amdal Lalin. Sudah ditugaskan kepada Sekda untuk memanggil semua penyelenggara untuk menuntaskan Amdal Lalin, kemudian dilaporkan kepada Dishub dan Kepolisian," ujar Anies usai rapat dengan Dirlantas Polda Metro Jaya di Balikota, Rabu (1/11/2017).
Menurut Anies, ada 10 titik proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta yang mengakibatkan kemacetan parah, khususnya pada jam sibuk. Salah satunya, proyek pembangunan flyover di kawasan Pancoran yang berbarengan dengan pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan.
"Tentu konsekuensinya lalu lintasnya akan ekstrem. Ini sesuatu yang tidak bisa ditoleransi lagi," tegas dia.
Berbagai pembangunan insfrastruktur sedang berjalan di Jakarta, seperti flyover, underpass, mass rapid transit (MRT), dan LRT. Flyover dan underpass diperkirakan selesai tahun ini. Sedangkan, MRT ditargetkan sudah beroperasi Maret 2019. Karena itu, lanjut Anies, Pemprov DKI berkomitmen tidak akan membangunan infrastruktur terlebih dahulu sebelum memegang dokumen Amdal. Dia juga menyebut tidak akan mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) bagi pengembang atau pengelola infrastruktur, sebelum memenuhi analisis dampak lingkungan.
“Untuk proyek baru, proyek mendatang harus mengikuti prosedur ini,” pungkasnya.