Pemprov DKI Jakarta menurut Anies berkomitmen secara bertahap dan terus meningkatkan pelayanan guna memastikan seluruh lapisan masyarakt dapat akses air bersih, khususnya bagi masyarakat dengan ekonomi relatif rendah.
“Yang paling kesulitan mendapat air bersih yaitu dua tempat, satu Kepulauan Seribu, kedua daerah yang belum ada jaringan perpipaan. Di dua tempat itu kami hadir memberikan layanan air bersih bersubsidi, kios air PAM dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Anies memaparkan bantuan subsidi air bersih bagi masyarakat ekonomi rendah akan menekan biaya pengeluaran.
“Ini memiliki dampak yang cukup besar, biaya hidup turun, mereka tidak harus mengeluarkan uang ekstra untuk air bersih itu menjadi kebutuhan dasar bagi keluarga yang membutuhkan air bersih,” tuturnya.
Anies mengatakan terdapat Pergub untuk memastikan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Jakarta tanpa pandang strata ekonomi.
“Di samping itu semua ada 3 peraturan gubernur yaitu Pergub Nomor 16 Tahun 2020, Pergub Nomor 45 Tahun 2021, Pergub Nomor 52 Tahun 2021, dan revisi Pergub Nomor 47 Tahun 2021. Subsidi kemudian SWRO dan kios air ini solusi jangka pendek bukan permanen, kita harus pikirkan solusi permanen yang sustainable yakni jaringan perpipaan dan pemanfaatan sumber daya air, pengelolaan limbah sehingga jadi sumber berkelanjutan,” ujar Anies.
Anies mengatakan subsidi, SWRO, dan kios air merupakan strategi jangka pendek yang penting. Kendati demikian Pemprov DKI Jakarta akan berupaya untuk optimalisasi jangka panjang seperti pemerataan perpipaan yang berkelanjutan.
“Tapi jangka pendek subsidi itu penting, subsidi adalah komitmen pemerintahnya jalurnya untuk kepulan pakai SWRO untuk kawasan padat penduduk menggunakan kios air. Jangka panjang perpipaan merata dan pemanfaatan sumber air baku,” ucapnya.