Penolakan serupa juga diserukan oleh para pengendara ojek online (ojol). Mereka mengaku kenaikan harga BBM harus diikuti dengan tarif per kilometer dari pihak aplikator.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar luas di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," kata Baron saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).