Dia menerangkan, warga telah terbiasa dengan adanya banjir di wilayah tersebut sehingga saat ada pemberitahuan tentang debit air meningkat di Bendung Katulampa, warga pun bersiap membenahi barang berharganya. Saat ini, dia bersama warga lainnya turut melalukan bersih-bersih.
"Saya enggak punya lantai dua, tapi saya tetap aja di rumah. Kalau persiapan memang warga di sekitar sini sudah terbiasa dengan adanya musibah seperti banjir, buat persiapan secara formal nggak ada, jadi saat dengar kabar sekian dari Katulampa, kira-kira yang rumahnya dekat kali, amankan barang-barang yang berharga, barang-barang yang mudah terkena air, itu saja sih," ucap Ajat.
Selain di Kampung Melayu, banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta juga telah surut, misalnya saja di kawasan Pejaten Timur dan di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan. Kawasan yang berada di lintasan jalur Kali Ciliwung tersebut menjadi langganan banjir pula.
Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada, Sabtu (31/1/2026) sekira pukul 11.00 WIB, banjir masih melanda di 5 RT di wilayah Jakarta, tepatnya 1 RT di Kapuk Muara dan 4 RT di Marunda, Jakarta Utara dengan ketinggian 30-45 cm imbas hujan dan luapan Kali Angke dan Kali Nagrak, sedangkan wilayah lainnya telah surut saat ini.
Kemudian, ada 1 jalanan tergenang setinggi 15 cm inbas ROB, yakni Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara.