BMKG : Angin Kencang di Bogor karena Perubahan Tekanan Udara di Selatan Pangandaran

Putra Ramadhani Astyawan
Ilustrasi, prakiraan cuaca BMKG. (Foto: Sindo Media).

Dia menuturkan, musim kemarau tahun ini terbilang singkat dibandingkan tahun lalu karena fenomena La Nina yang membawa banyak curah hujan di Indonesia.

"Penyebab utama musim kemarau yang singkat ini karena kondisi suhu muka laut di selatan Pulau Jawa lebih hangat dari biasanya," tuturnya.

Menurutnya, pantauan anomali suhu di Nino 3.4 (Samudera Pasifik) saat ini berada pada level minus 1.5 derajat celsius dan kecenderungan semakin turun.

"Imbasnya, apabila anomali suhu di Pasifik makin turun, sebaliknya ada kecenderungan suhu di Samudera Hindia (Indonesia) semakin naik. Jika kondisi ini terus berkembang makin hangat, imbasnya peluang hujan semakin besar sehingga dikhawatirkan menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti, banjir bandang, tanah longsor dan lainnya," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

Waspada! BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat saat Lebaran

Nasional
2 hari lalu

1 Syawal Idulfitri 20 atau 21 Maret 2026? Simak Prediksi Hilal dari BMKG

Nasional
3 hari lalu

Peringatan Dini BMKG: Waspada Hujan Lebat-Angin Kencang hingga 12 Maret

Nasional
3 hari lalu

Gempa M 6,1 Guncang Tonga, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal