BMKG : Angin Kencang di Bogor karena Perubahan Tekanan Udara di Selatan Pangandaran

Putra Ramadhani Astyawan
Ilustrasi, prakiraan cuaca BMKG. (Foto: Sindo Media).

Dia menuturkan, musim kemarau tahun ini terbilang singkat dibandingkan tahun lalu karena fenomena La Nina yang membawa banyak curah hujan di Indonesia.

"Penyebab utama musim kemarau yang singkat ini karena kondisi suhu muka laut di selatan Pulau Jawa lebih hangat dari biasanya," tuturnya.

Menurutnya, pantauan anomali suhu di Nino 3.4 (Samudera Pasifik) saat ini berada pada level minus 1.5 derajat celsius dan kecenderungan semakin turun.

"Imbasnya, apabila anomali suhu di Pasifik makin turun, sebaliknya ada kecenderungan suhu di Samudera Hindia (Indonesia) semakin naik. Jika kondisi ini terus berkembang makin hangat, imbasnya peluang hujan semakin besar sehingga dikhawatirkan menyebabkan bencana hidrometeorologis seperti, banjir bandang, tanah longsor dan lainnya," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Megapolitan
8 jam lalu

BMKG Prediksi Jakarta Hujan 8 Jam, Pramono Modifikasi Cuaca 2 Kali Hari Ini

Nasional
1 hari lalu

Waspada! BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah hingga Akhir Januari 2026

Nasional
2 hari lalu

Bibit Siklon Tropis Terbentuk di Selatan RI, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini

Nasional
3 hari lalu

Tekan Cuaca Ekstrem, Modifikasi Cuaca di Langit Jakarta-Jabar Digelar hingga 24 Januari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal