Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah terdampak sebanyak 20 kelurahan di 6 kecamatan. Sedikitnya 585 Kepala Keluarga (KK) atau 1.623 jiwa dan 14 ruas jalan terdampak.
Kondisi terkini pada Minggu (25/1/2026) pukul 09.00 WIB, beberapa titik banjir telah surut antara lain dua RT di Keluarahan Cililitan, satu RT di Kembangan Selatan dan dua RT di Kembangan Utara.
Sementara, 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT Jakarta Utara masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 80 sentimeter (cm). Terpantau paling tinggi di wilayah Kelurahan Kampung Melayu dengan TMA 80 sentimeter dikarenakan luapan Sungai Ciliwung.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi dengan menyiapkan kebutuhan dasar baik permakanan, pakaian, sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya selama di lokasi pengungsian.
BNPB terus memantau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah di tanah air. Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.