Atas kejadian yang dialaminya, D kemudian mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati agar tidak terbuai oleh tawaran filler payudara. Dia menyebut saat ini salon-salon pembesar payudara ilegal bermunculan.
"Harus benar-benar tahu itu aman atau tidak. Dan kita lakukan benar-benar di dokter dan ada rumah sakit ada namanya. Pokoknya kita banyak mengenal," ucap D.
Diketahui sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat menangkap SR dan ML terkait praktik suntik filler payudara ilegal. SR berperan dokter abal-abal penyuntik filler payudara kedua korban berinisial T dan D yang melaporkan kasusnya beberapa waktu lalu. SR ditangkap saat berada di Tangerang Selatan, Senin (5/4/2021)
Sementara ML merupakan penjual cairan filler ilegal yang menjual cairan kepada tersangka SR. ML ditangkap di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (6/4/2021).