Covid-19 di DKI Meningkat, Pakar Epidemiologi : Jam Malam Perlu Diterapkan

Puteranegara Batubara
Ilustrasi, virus corona (Covid-19). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Aturan jam malam dinilai perlu diterapkan di wilayah Jakarta. Aturan tersebut untuk membatasi pergerakan orang di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengatakan, Provinsi DKI Jakarta belakangan ini menjadi wilayah yang paling tinggi angka penambahan konfirmasi positif Covid-19 per hari.

“Saya rasa perlu (jam malam). Kalau enggak dilakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) bagaimana caranya pembatasan pergerakan dilakukan,” ujar Laura di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Dia menuturkan, di masa PSBB transisi kenaikan kasus di Ibu Kota terus terjadi dan semakin tinggi. Menurutnya, diperlukan aturan yang jelas dalam menangani wabah Covid-19.

“Ini kan katanya masih dalam tahap PSBB transisi dan agak tidak begitu jelas aturan yang disampaikan,” tuturnya.

Bahkan, di masa PSBB transisi ini, kata dia banyak sektor usaha yang membuka secara diem-diam karena belum diizikan untuk beroperasi.

“Ada juga yang curi-curi dia buka sektor yang tidak diperbolehkan buka saat masa transisi ini. Pada kenyataannya kan ada yang secara ilegal membuka, seperti itu,” ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

Antrean Truk Sampah di TPST Bantargebang Capai 7 Km, Warga Keluhkan Bau Busuk

Megapolitan
7 hari lalu

Jadwal Imsak Jakarta 9 Maret 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Megapolitan
9 hari lalu

Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 7 Maret 2026, Jangan Telat Sahur!

Health
10 hari lalu

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal