Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan mengambil langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang dinilai terus melemah.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah mengkaji ulang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mereka berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Mendesak pemerintah untuk mengevaluasi dan menghentikan program-program yang menguras APBN namun minim dampak serta berpotensi praktik KKN," ujar Sabil, koordinator aksi.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Namun, aksi yang berlangsung di kawasan depan Istana Bogor tersebut sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dan kemacetan di sekitar lokasi.